Al Bahr Official

Ingin Bergabung menjadi Kontributor?

Hubungi saya melalui email dengan menekan ikon di atas.

Berikan kritik dan saranmu!

Klik menu Kritik dan Saran di atas.

al-bahr.site sedang Dikembangkan

Situs ini merupakan platform bagi para mahasiswa yang ingin mempublikasikan tulisannya agar dibaca oleh khalayak umum sehingga dapat memberikan manfaat secara luas.

Galeri

Belum ada hehe

Ingin Berdonasi?

Yuk berdonasi dalam bentuk apapun, bisa materi berupa uang, tulisan, atau non materi berupa kritik dan saran yang membangun.

10 Contoh Essay IELTS

Comparison of Learning English between in Native English Speaking and Home Country

While people state that learning English in a Native Speaking Country is a best way to master the language, others claim that studying English in the home country is also effective as it is supported by the existence of technologies, such as gadget, computer, television, and many others with connection to the internet, thus people can be kept in touch by the English language.

There are many reasons why learning English in the Native Speaking Country is a good choice. Firstly, it’s because the country provides the learners to immerse theirselves into the Englsih environment. Secondly, it is likely to make the process more enjoyable in view the fact that they are surrounded by the native speakers and easily to find partners for practicing.

In the other hand, learning english in the home country can lead people to a same result as long as they utilize the time effectively. However, the most common mistake people do is that they only relied on education inside classes and never practice in daily life. Studying English will be more powerful when someone use it everywhere al the time and make a good planning. Thus, they don’t need to spend much money to go to the Native English Speaking Country. Ultimately, I conclude that learning English will be equally efficient in the both ways depending on how we learn. It is because mastering a language is not about the place, but process.

4+1 Tips PKL Mahasiswa Kimia Murni/MIPA dan Teknik



Sumber: pertaminalubricants.com
Hello sobat kimiawan/wati di manapun anda berada. Bingung hendak PKL dimana? atau bagaimana cara apply/daftarnya?

OK langsung saja check it out!

Biasanya mahasiswa/i jurusan kimia ataupun lainnya yang masih satu keluarga (MIPA/Teknik) diwajibkan melakukan Praktik Kerja Lapangan atau yang biasa disingkat PKL agar bisa lulus dari kampusnya. Tidak sedikit yang bingung akan PKL dimana nantinya atau bagaimana caranya agar bisa diterima PKL di suatu tempat. Di bawah ini dijelaskan tips dan trik untuk menjawab persoalan tersebut.
 
1. Pahami Diri Anda 
Maksudnya adalah pahami secara spesifik, bidang apa yang anda minati. Misalnya energi, lingkungan, biokimia, kimia bahan alam dan sebagainya karena walau bagaimanapun PKL ini akan menjadi momentum dimana anda benar-benar mempelajari ilmu yang anda sukai baik secara praktis maupun teoritis. Jadi jangan sia-siakan momentum tersebut dengan memilih secara asal kemana anda PKL dan hanya menganggapnya sebagai formalitas sebagai syarat kelulusan saja.
 
2. Berkonsultasilah dengan Dosen Pembimbing Akademik maupun Senior!
Alasannya adalah karena mereka sudah memiliki sedikit atau banyak pengalaman mengenai PKL sebelumnya. Setelah anda memahami dan mulai mengerucutkan kemana anda akan mendaftar PKL nantinya, konsultasikan dengan dosen Pembimbing Akademik (PA) maupun senior di sekeliling anda. Cari tahu orang-orang yang memiliki minat yang terkait dengan bidang yang anda bidik. Dapatkan saran-saran dari mereka dan pilih mana yang terbaik menurut anda untuk kedepannya. 

3. Cari Informasi Sebanyak-Banyaknya mengenai Tempat PKL 
Di dunia yang serba canggih ini untuk menemukan informasi apapun dapat diakses dengan mudah. Jangan sia-siakan keberadaan internet, kemudian majalah, koran dan sebagainya. Jika ketertarikan anda misalnya adalah di bidang energi (terutama minyak), maka PT Pertamina, Chevron, Mobil Cepu, Total E&P dan Petronas dapat anda pilih sebagai tempat dimana anda akan PKL. Begitupun dengan bidang lainnya dimana amat banyak tersedia lembaga maupun perusahaan yang berkesesuaian dengan minat anda.

4. Bagaimanakah Cara Mendaftarnya?
Biasanya pihak kampus sudah memiliki kerjasama dengan lembaga maupun perusahaan-perusahaan yang sudah biasa merekrut mahasiswa untuk melakukan PKL maupun penelitian. Jadi untuk mendaftar tinggal mengajukan permohonan ke pihak akademik fakultas untuk selanjutnya dibuatkan surat pengantar yang akan anda serahkan ke lembaga yang anda tuju. Pada umumnya, lembaga maupun perusahaan memiliki divisi khusus yang menangani kaum akademisi untuk melakukan PKL ataupun magang sehingga yang harus anda lakukan adalah pergi menemui pihak tersebut. Namun terkadang suatu lembaga/perusahaan juga memiliki prosedur tertentu dalam proses pendaftaran ini seperti misalnya anda memang harus datang membawa berkas ataupun hanya mengunjungi situsnya dan melakukan semuanya secara online baik di situs resmi maupun melalui email. Hal ini juga berlaku walaupun pihak kampus tidak memiliki kerjasama dengan lembaga/perusahaan yang anda inginkan. Yang perlu anda lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat tersebut dan pahami prosedur yang berlaku. Sekali lagi, lakukan step by step-nya sesuai prosedur yang diterapkan oleh tempat tersebut sehingga peluang anda diterima menjadi lebih besar. Persiapkan segala kebutuhan dari jauh-jauh hari, misalnya yang saya lakukan adalah mempersiapkan semuanya 3-5 bulan sebelum PKL dilaksanakan.

Tambahan Lain
Lembaga maupun perusahaan-perusahaan tertentu terkadang memberikan imbalan berupa uang kepada mahasiswa/i yang melakukan PKL di tempatnya. Hal ini disebabkan karena sedikit banyaknya anda telah memberikan kontribusi terhadap produktivitas mereka sehingga memang selayaknya anda mendapatkan imbalan tersebut terlepas dari kenyataan bahwa PKL tersebut wajib bagi anda sebagai seorang mahasiswa dan menjadi syarat kelulusan. Di sisi lain, banyak juga tempat yang tidak menyediakan hal tersebut karena PKL merupakan simbiosis mutualisme antara anda dan lembaga/perusahaan. Jadi, menurut saya pribadi sebagai mahasiswa kimia berdasarkan pengalaman, tidak penting mengenai apakah anda akan diberikan imbalan atau tidak, karena yang terpenting adalah anda mempraktekkan apa yang sudah anda pelajari di kelas. Sehingga ilmu tersebut dapat anda pahami dengan sebaik-baiknya dan menjadi modal anda sebagai seorang profesional di masa depan.